Tuhan Dalam Ajaran Islam Sesungguhnya Adalah Tuhan Penguji

Salah satu alasan Tuhan menciptakan manusia adalah menguji keimanan Jin dan Malaikat.

Tuhan menguji keimanan Malaikat dan Jin dengan cara memerintahkan mereka sujud (hormat dan bukan menyembah) kepada Adam AS tapi Iblis (Raja Jin) menolak karena merasa lebih mulia maka Tuhan menghukum dan mengusirnya ke Neraka karena gagal lulus ujian.

Tuhan menguji Adam AS dan istrinya tapi keduanya gagal maka keduanya harus keluar Syurga dan turun ke Bumi walau Tuhan berkehendak manusia jadi penguasa di Bumi.

Tuhan menguji Ibrahim AS untuk menyembelih Ismail AS.

Tuhan menguji KEIMANAN manusia lewat Nuh AS, Musa AS, Isa AS, Muhammad SAW dan manusia lain yang bukan Utusan Tuhan.

Tuhan menguji manusia dengan ilmu pengetahuan, rezeki, keharaman dan bencana.

SALAH SATU DALIL:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)

Manusia hidup di dunia fana hanya untuk meghadapi ujian Tuhan saja dan menjadi mulia jika menghadapi ujian Tuhan dengan baik.

Tuhan menciptakan segalanya untuk MENGUJI AKAL PIKIRAN DAN IMAN manusia.

Published in: on Januari 31, 2012 at 3:22 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Menyebut Dewi Fortuna Adalah Mempersekutukan Tuhan

BIASANYA:

Jika kita tidak beruntung dan kalah maka ada banyak dari kita mengatakan bahwa Dewi Fortuna tidak datang atau Dewi Fortuna tidak berpihak!

 

PENJELASAN:

Perkataan Dewi Fortuna tak datang atau tak berpihak tersebut berasal dari budaya Barat yang dulunya penganut keyakinan Polytheism atau menyembah banyak Tuhan!

 

Goddess Of Fortune yang berarti Tuhan (perempuan) Keberuntungan atau Dewi Keberuntungan!

 

PENCERAHAN:

Jika kita beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa maka kita tak boleh menyebut Dewi Fortuna sebagai alasan kegagalan kita karena menyebutnya berarti kita MUSYRIK ATAU MEMPERSEKUTUKAN TUHAN YANG MAHA ESA!

 

Tuhan menentukan nasib kita berdasarkan usaha dan do’a serta pilihan kita!

 

Tuhan merubah nasib kita tergantung usaha dan do’a serta pilihan kita!

Published in: on Januari 31, 2012 at 3:19 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Jangan Mengatakan Tuhan Mempertimbangkan

Contoh kalimat:

“Tuhan akan MEMPERTIMBANGKAN siapa salah dan siapa benar, bla, bla, bla…”

“Tuhan akan MEMPERTIMBANGKAN siapa masuk Syurga dan siapa masuk Neraka, bla, bla, bla…”

“Tuhan telah MEMPERTIMBANGKAN dan MEMIKIRKAN segalanya…”

PEMAHAMAN BARU:

JANGAN MENGATAKAN TUHAN “MEMPERTIMBANGKAN” DAN “MEMIKIRKAN” KARENA AKAN MELECEHKAN DAN MENENTANG SIFAT MAHA TAHU DAN SIFAT MAHA KUASA SERTA SIFAT MAHA BERKEHENDAK DARI TUHAN!

Kedua kata tersebut hanya pantas untuk manusia saja dan tidak pantas untuk Tuhan!

Published in: on Januari 24, 2012 at 2:59 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Pemahaman Baru Tentang Tuhan Menentukan Siapa Masuk Syurga Dan Neraka

LATAR BELAKANG PEMBUATAN CATATAN:

Banyak orang mengatakan bahwa segalanya Tuhan menentukan termasuk siapa yang masuk Syurga dan siapa yang masuk Neraka.

PEMAHAMAN BARU:

Mengatakan Tuhan menentukan siapa yang masuk Syurga dan Neraka akan terkesan Tuhan TIDAK ADIL karena telah “MENENTUKAN” siapa yang pantas masuk Syurga dan Neraka serta terkesan Tuhan melecehkan SIFTIM SANKSI ATAU SISTIM IMBALAN CIPTAAN TUHAN YAITU PAHALA DAN DOSA.

MANUSIALAH YANG MENENTUKAN DIRINYA SENDIRI UNTUK MAU MASUK SYURGA ATAU MAU MASUK NERAKA.

Kalau anda ingin masuk Syurga maka perbanyaklah pahala dengan cara melakukan perintah Tuhan.

Kalau anda ingin masuk Neraka perbanyaklah dosa dengan cara menentang perintah Tuhan.

SEDERHANA.

Jadi berdasarkan penjelasan tadi maka BERHENTILAH MENGATAKAN TUHAN MENENTUKAN SIAPA YANG MASUK SYURGA DAN NERAKA kecuali kalau menambahkan kalimat BERDASARKAN BANYAKNYA PAHALA DAN DOSA YANG MANUSIA DAPATKAN.

Published in: on Januari 24, 2012 at 2:57 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Pemahaman Baru Tentang Ilmu Pengetahuan Atas Izin Tuhan

PENDAHULUAN:

Manusia diturunkan di Bumi oleh Tuhan untuk menjadi penghuni, penguasa, penjaga, dan pengolah Bumi agar manusia menjadi mahluk mulia.

Manusia dianugerahkan Tuhan dengan akal pikiran agar bertahan dan mampu mengolah Bumi untuk kepentingan manusia juga.

Cara manusia memperoleh kemuliaan adalah dengan cara memanfaatkan akal pikiran yang diberikan Tuhan.

Otak adalah tempat akal pikiran berada.

Otak kanan berfungsi untuk berimajinasi atau berkhayal dan otak kiri berfungsi untuk bernalar dan mengolah data ilmu pengetahuan yang didapatkan untuk pengembangan.

Otak kanan memberi gambaran, sketsa, ide dan pemicu untuk menghasilkan atau memperoleh ilmu pengetahuan.

Sedangkan otak kiri mengolah semua data informasi berupa gambaran, sketsa, ide dan pemicu ilmu pengetahuan terkumpul agar bisa bermanfaat serta terwujudkan.

PENDAPAT:

Semua ilmu pengetahuan atas izin Tuhan karena ilmu pengetahuan berasal dari Tuhan.

MASALAHNYA:

PERNYATAAN TENTANG ILMU PENGETAHUAN ATAS IZIN TUHAN TERSEBUT TERLALU KLISE DAN BERTENTANGAN DENGAN PERNYATAAN KEMAMPUAN OTAK MANUSIA KARENA SEOLAH TUHAN PERCUMA MEMBERI ANUGERAH AKAL PIKIRAN KALAU HARUS DAPAT IZIN TUHAN.

PEMAHAMAN BARU TENTANG ILMU PENGETAHUAN ATAS IZIN TUHAN:

Semua ilmu pengetahuan atau firman ilmu pengetahuan telah ada jauh sebelum Tuhan menciptakan semua benda ciptaan termasuk mahluk.

Kalau Tuhan menciptakan atau memfirmankan semua ilmu pengetahuan sudah ada sebelum semua ada maka hal tersebut adalah IZIN karena kata MENCIPTAKAN sama dengan ATAS IZIN TUHAN.

Jadi Tuhan telah mengizinkan seluruh manusia bahkan mahluk ghaib untuk MENDAPATKAN ILMU PENGETAHUAN YANG TELAH TUHAN FIRMANKAN.

Tinggal manusia memanfaatkan akal pikiran untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang telah Tuhan sediakan atau Tuhan izinkan.

Ilmu pengetahuan tentu berguna dan SALAH bahwa ada ilmu pengetahuan tak berguna.

Ilmu pengetahuan ada sifatnya merupakan UJIAN KEIMANAN.

Semua ilmu pengetahuan akan berguna jika sesuai penggunaannya.

Published in: on Januari 18, 2012 at 6:26 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Logika Atau Nalar Yang Berlandaskan Iman Kepada Tuhan

Latar Belakang Catatan:

Berawal dari pengalaman saya berdebat dengan Atheis dan Agnotis.

Theis beradu logika atau nalar saat berdebat dengan Atheis dan Agnotis.

Penjelasan:

Atheis dan Agnotis adalah dua jenis manusia yang ingin melogikakan atau menalarkan semua.

Keduanya mengandalkan akal pikiran yang harus didukung bukti yang bisa diterima oleh panca indera maka mereka tak percaya adanya Tuhan.

Definisi sederhana logika atau nalar adalah hal yang bisa diterima melalui penjelasan dan bukti nyata yang terdeteksi oleh panca indera.

Berdasarkan pengalaman saya sebagai Theis Pendebat maka saya menambahkan kata untuk nalar yakni NALAR BERLANDASKAN IMAN KEPADA TUHAN.

Nalar berlandaskan iman kepada Tuhan adalah NALAR BERDASARKAN AKAL SEHAT DAN PIKIRAN JERNIH YANG TAK BERTENTANGAN DENGAN KEIMANAN KEPADA TUHAN DAN SIFAT KEMAHAAN TUHAN TANPA PERLU TERDETEKSI OLEH PANCA INDERA.

Published in: on Januari 18, 2012 at 6:21 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.