“ Ketika Allah berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di Bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Surat Al Baqarah: 30) ”
Ketika Malaikat mempertanyakan kehendak Allah yang menciptakan manusia untuk dijadikan kalifah di Bumi karena Malaikat menduga manusia akan merusak di Bumi maka ayat sederhana demikian menghasilkan berbagai petunjuk yang bisa kita nalari berlandaskan iman kepada Allah.
1. Adanya manusia atau mahluk mirip manusia sebelum Adam AS dan mahluk sebelum Adam AS gagal mengolah Bumi atau menjaga Bumi.
2. Tuhan telah menakdirkan manusia untuk menghuni Bumi.
3.Malaikat secara tidak langsung juga menginginkanmenghuni Bumi.
4. Penciptaan jagat raya alam semesta jauh lebih lama jaraknya dari penciptaan Adam AS.
PENALARAN SEDERHANA
1. Malaikat pada ayat tersebut menyebut kata “orang” maka mahluk sebelum Adam AS adalah manusia juga atau mahluk yang mirip manusia karena Malaikat mempertanyakannya setelah mendengar Allah akan menciptakan manusia.
Kemudian pada ayat tersebut juga menyatakan “orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah” maka saya meyakini bahwa mahluk mirip manusia yang berbuat bencana dan bertumpa darah tersebut adalah manusia pra sejarah atau manusia purba yang tidak punya akal pikiran yang berperilaku merusak’
2. Apapun yang terjadi manusia telah ditakdirkan menghuni Bumi untuk kembali menjadi mulia dihadapan Allah ketika hari kebangkitan.
Kalau manusia tetap di Syurga maka manusia tidak akan pernah menjadi mahluk mulia.
Allah memberi manusia akal pikiran dan nafsu maka Allah menciptakan buah terlarang di Syurga untuk menguji akal pikiran manusia.
Tapi ternyata manusia gagal memanfaatkan akal pikiran dan kalah oleh nafsu.
Iblis dari bangsa jin yang tak mengetehaui skenario ujian akal pikiran tersebut maka terjadilah penggodaan terhadap manusia oleh Iblis yang merupakan penyelancar keluarnya manusia dari Syurga untuk menghuni Bumi.
Adam AS dan Siti Hawa memang berdosa tapi dosa mereka telah terampuni oleh Allah karena mereka telah bertobat dan bersedia menghuni Bumi maka tak ada dosa lagi ketika menginjak kaki di Bumi dan tak ada dosa waris karena anak tak menanggung dosa orang tuanya.
3. Malaikat juga punya kenginan untuk menghuni bumi terlihat dari perkataan Malaikat kepada Allah yaitu “padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?” tersebut.
4. Keykinan adanya mahluk sebelum Adam AS maka penciptaan Adam AS adalah penciptaan yang punya jarak waktu sangat lama sekali karena ada pendapat mengatakan penciptaan Adam AS sesudah penciptaan jagat raya alam semesta dan isinya
BEGITULAH PENALARN SAYA YANG BERLANDASKAN KEIMANAN SAYA KEPADA ALLAH SWT.